Selasa, 12 April 2011

Belum Ada Akhir

Cerita ini diangkat dari narasumber @ secara realita yang masih berjalan hingga saat ini, Sebuah kisah cinta yang berawal dari masa kecil. Sang narasumber adalah seorang pendengar yang baik, seorang yang memiliki pendirian yang teguh, seorang yang mau berbagi. Sang narasumber sudah tidak sabar untuk berbagi cerita kepada para pembaca yang budiman. Langsung aja ya…

Check this out..
Cerita ini diawali dari kehidupan masa kecil di salah satu sudut kota Jakarta yang begitu padatnya.
Giring (nama samaran) adalah nama seorang pria cilik yang berteman dengan Qiqi (nama samaran) dan Dewi (nama samaran). Mereka saling mengenal sejak kecil, karena kebetulan jarak rumah mereka juga tidak terlalu jauh, alias tetangga. Namun batas perkenalan mereka hanyalah sebatas teman biasa. Giring adalah seorang pria lugu yang lebih mementingkan kesetiakawanan dan memiliki rasa sosialitasnya yang tinggi, hingga teman-temannya tidak merasa canggung berteman dengan Giring.
Seiring berjalannya waktu, mereka bermain, bercanda dan tertawa bersama, saling berbagi layaknya saudara. Hingga beranjak dewasa mereka pun menjalani kehidupan bersama.
***
Tak terasa waktu berlalu, tiga orang cilik yang dulunya lugu dan tidak tau arti cinta akhirnya tumbuh dewasa dan memiliki hasrat untuk saling mencinta dan dicintai. Masa SMA dimana banyak orang bilang masa dimana paling indah untuk para kaula muda saling mencinta. Diawali oleh Qiqi. Qiqi yang dulunya suka berkelahi dengan Giring gara-gara hal sepele (berebut kelereng) mempunyai perasaan yang berbeda terhadap Dewi. Dia sering bercerita terhadap Giring bahwasanya dirinya telah mencintai dara yang telah menjadi teman karibnya sejak kecil yaitu Dewi. Namun Qiqi tidak berani untuk menyatakan cinta kepada Dewi, karena canggung dan malu. Akhirnya Qiqi memutuskan agar si Giring dapat membantunya bagaimana agar Dewi tahu apa yang telah dirasakannya.
Giring sebagai teman lama Qiqi siap membantu segala apa yang dirasakan temannya.
“Ring, kenapa akhir-akhir ini gue sering mikirin si Dewi ya?” Tanya Qiqi terhadap giring.
“Lha.. mana gue tau..!! mungkin lo suka kali sama si Dewi?” Jawab Giring sambil cengegesan.
“Mungkin sih, memang akhir-akhir ini gue sering mikirin Dewi Ring, dan perasaan itu tu gak ilang-ilang.” Qiqi menambahkan.
“Wahahah.. yaudah sih lo tembak aja..!” Tegas Giring.
“Nah itu dia permasalahannya Ring, gue malu Ring untuk menyatakannya ke Dewi.” Saut Qiqi sambil membangunkan badannya yang sedari tadi bersandar di sofa yang empuk. 
“Maluu??” Jawab Giring sambil mengernyitkan dahi.
“Iya.. gue malu.. lo bantuin gue dong Ring, lo kan lebih kenal Dewi daripada gue..” Ketus Qiqi.
“Bantuin apa..?” Tanya Giring.
“Ya.. bantuin gue bagaimana agar si Dewi itu tau perasaan gue Ring..” Qiqi memperjelas.
“Yaudah gue bantuin…” Giring meyakinkan.
“Wahh.. lo emang sahabat gue yang paling Ok dah!!” Qiqi kegirangan sambil beberapa kali menepuk pundak Giring.

Waktu berjalan seakan lambat. Giring berhasil menjadi makcomblang antara Qiqi dan Dewi. Qiqi dan Dewi jadian, berjalan sampai akhirnya Dewi pindah tempat tinggal hingga Giring tidak tau bagaimana kabar dan keberadaan Dewi. Sedangkan Qiqi pun sudah jarang bertemu dengan Giring karena kesibukan mereka masing-masing.

***

2 Tahun berlalu Giring masuk salah satu Universitas Swasta di Jakarta, satu setengah semester ia lalui di kampus tersebut.
Giring berjalan menuju kantin, karena sudah merasa lapar sedari tadi hanya mendengarkan sang dosen memberi pituah. Ketika asik berjalan dia melihat segerombolan dara dengan paras yang ayu berjalan menghapirinya. Dari segerombolan dara tersebut Giring mengenal salah satu dara yang menghampirinya. Dewi.. ya Dewi teman semasa kecil hingga SMA yang begitu akrab di ingatannya kembali bertemu setelah sekian lama menghilang dan tidak tau kabarnya.
Dewi berjalan dengan para senior. Giring pun mencoba menyapa Dewi.
“Dewi…!!” Sapa Giring setengah tak percaya.
“Giriiiiingg….!! Heyy.. Giring Apa kabar loo…?” Sahut Dewi kegirangan dan tak percaya akan bertemu lagi dengan sahabat kecilnya.
“Baik Dew… kemana aja lo? Pindah rumah gak ngasih kabar..?” Giring mencoba bertanya.
“Iya.. bokap gue dipindah tugasin, makanya gue pindah buru-buru dan gak sempet ngasih kabar ke elo deh..” Jawab Dewi.
“Oooo.. gitu..!! Giring sambil mengangguk-anggukan kepala.
“Eh… Ring, lo mau kemana.” Kali ini Dewi bertanya.
“Mau kekantin gue.. udah laper daritadi..” Giring mengelus-elus perut.
“Yaudah kita kekantin bareng yuk..! gue mau ngobrol banyak nich sama elo,  sekalian ngelepas kangen..” kali ini Dewi menarik tangan Giring.

Mereka segera meninggalkan gerombolan dara yang akan masuk kelas karena kali ini ada mata kuliah dengan dosen yang super killer. Namun Dewi tak memperdulikannya karena sudah tak sabar ingin ngobrol banyak dengan pria yang sudah dikenalnya sejak lama sebagai teman karibnya.
Sesampai di kantin Dewi langsung memesan minuman kepada pemilik toko yang sudah familiar dengan Dewi. Sedangkan Giring kebingungan menu apa yang pas untuk makan siangnya kali ini.
“Ring.. ihh.. gue kangen banget tau sama lo...” Dewi memulai kembali pembicaraan sambil mengaduk-aduk juice alpukat dan sesekali menyedotnya.
“Iya Dew,, sama gue juga.. Elo sich menghilang begitu aja tanpa jejak, kaya jelangkung aja lo..” Giring sambil cengegesan.
“Iya yang tadi gue bilangin, bokap gue dipindah tugasin, jadi mau gak mau gue dan keluarga gue harus ikut ngungsi..” Jelas Dewi kali ini.
“Ooo.. Trus gimana kabar lo sama si Qiqi.. Pasti baik kan?? Giring sambil mengunyah nasi goreng special yang sejak tadi dihidangkan.
“Iya, baik..” Jawab Dewi sekenanya.
“Mmm…” Kali ini Giring mulai mengaduk minumannya.
“Trus elo sendiri gimana? Sekarang sama syapa??” Tanya Dewi.
“Mmm… Gimana ya…??” Ada keraguan dalam diri Giring untuk menjawab.
“Gimana.. gimana donk??” Dewi penasaran.
“Gue belum punya cewe Dew..” Mau gak mau Giring harus menjawab.
“Masa seehh..??” kali ini Dewi dengan nada tak percaya.
“Bener Dew…” Jawab Giring tersipu malu.

Sekian lama mereka berbicang, mengenang masa lalu, melepas masa kangen, hingga akhirnya mereka harus berpisah lagi. Mereka saling tukar nomor telepon dan juga nomor pin BB. Tak lupa Giring pun meminta nomor pin BB milik Qiqi kepada Dewi. Mungkin karena Giring kangen terhadap Qiqi sahabat yang dulunya sering bermain tanpa kenal lelah bersama.

***

Waktu berjalan seakan tak menentu. Komunikasi antara Giring dan Dewi semakin lancar karena seringnya Dewi dan Giring bertemu di kampus. Lewat BBM pula mereka berkomunikasi. Dewi yang selalu memulai komunikasi melalui kontak BBM kepada Giring.
Ketika pulang kuliah, Dewi pun tak segan meminta antar untuk pulang ke rumah dengan Giring. Awalnya Giring tak merasakan apa-apa untuk apa yang telah mereka lakukan saat ini. Hingga akhirnya Giring menyadari apa yang telah dirasakan Dewi terhadap Giring karena sikap Dewi yang agak aneh terhadapnya.
Dewi.. ya, Dewi mengungkapkan perasaannya selama ini kepada Giring. Dewi selama ini ternyata memendam perasaan kepada Giring bahwa Dewi memang sayang kapada Giring. Hingga akhirnya Dewi menggungkapkan segala perasaanya terhadap Giring. Giring pun kaget campur gak percaya, karena teman semasa kecilnya menaruh hati terhadapnya, apalagi ditambah Dewi adalah pacar dari Qiqi sahabatnya pula.

***

Pembaca yang budiman si Giring ini adalah salah satu teman dari narasumber kita @. Sang narasumber sudah bisa menebak apa yang juga dirasakan Giring terhadap Dewi. Namun sang narasumber juga tidak bisa menebak begitu saja. Sang narasumber inginkan cerita endingnya namum indah mungkin pembaca juga inginkan endingnya yang masih berjalan hingga saat ini.
Untuk itu penulis inginkan saran kepada para pembaca untuk Giring bagaimana bisa menghadapi problematika percintaan yang sedang dihadapinya saat ini untuk akhir yang indah.
Terima kasih sebelumnya untuk pembaca yang sudi memberi komentar/saran untuk Giring.

5 komentar:

Irfandi Rusdiansyah mengatakan...

10 Commentar terbaik akan mendapatkan bingkisan menarik dari sang narasumber kita @sarahwahyudi Selamat memberikan komentar :) wuzzz

bukit seribu bhintang mengatakan...

hmmm...klo ternyata Dewi mmg py rasa kepada Giring dan begitu pula sebaliknya...knp tidak merelakan Dewi utk Giring...Kebahagiaan seorang sahabat adl kebahagiaan kita juga..@sarahwahyudi juga masih bisa khan menjadi saudara dan tetap menjadi sahabat mereka :)dan tetap sayang kepada Dewi & Giring..
Ada pengganti Dewi..pastinya ^^
Ganbatte @sarahwahyudi

Irfandi Rusdiansyah mengatakan...

Terima kasih untuk bukit seribu bintang atas partisipasinya memberikan Saran. :) Salam kenal.

tangoromeo1284 mengatakan...

Berakhirnya kapan? Bakalan Happy Ending gak?

Irfandi Rusdiansyah mengatakan...

Tangoremeo1284 Sebenernya cerita ini butuh saran dari pembaca makanya cerita ini tergantung dari saran pembaca. :) terima kasih

Posting Komentar